Print Friendly and PDF

Dampak Kebijakan Terbaru Pemotongan Daging Sapi Halal di Denmark

  October 22, 2014. Category: general

Denmark menetapkan kebijakan terbaru terhadap prosedur pemotongan sapi, pemotongan sapi yang sebelumnya memperbolehkan dua metode pemotongan yaitu   menggunakan cara bius dan tanpa bius kini mengalami perubahan, pemerintah Denmark melalui Kementerian Pangan, pertanian, dan perikanan pada februari 2014 telah menetapkan bahwa pemotongan sapi harus dilakukan dengan cara pembiusan.

Adanya penetapan kebijakan pemotongan sapi ini membuat Denmark tidak dapat menyediakan daging sapi secara halal, karena sebelumnya kelompok-kelompok agama bisa mengajukan untuk pengecualian hukum yang diperlukan dalam pembiusan jika mereka ingin memotongnya tanpa pembiusan terlebih dahulu. Komunitas muslim dan yahudi di Denmark sangat menentang keputusan tersebut, dengan alasan bahwa itu merupakan pelanggaran atas kebebasan beragama. Namun tantangan dari komunitas muslim dan yahudi di Denmark tidak mendapat tanggapan dari pemerintah Denmark, sehingga sampai saat ini semua daging halal di Denmark merupakan hasil impor.

Salah satu anggota komite Islamic Center di Copenhagen Mr. Imran Shah melalui surat elektronik pada tanggal 1 September 2014 juga menjelaskan daging sapi bersertifikasi halal di Denmark sebagian besar di impor dari Inggris, lalu di ekspor kembali ke Perancis dan Turki. Sehingga produk daging sapi halal Denmark tidak sepenuhnya produksi Denmark melainkan sebagian besar berasal dari Inggris. Dengan demikian tidak efisien bila Indonesia mengimpor daging sapi bersertifikat halal dari Denmark. Namun impor produk daging sapi bersertifikasi halal juga patut dipertimbangkan, CHR. Hansen salah satu perusahaan industri bakteri, enzim, dan meat cultures di Copenhagen, Denmark. Menjelaskan CHR. Hansen memproduksi  Meat Cultures bersertifikasi halal maksudnya dalam proses pembentukan meat cultures semua bahan yang digunakan tidak mengandung bahan yang diharamkan seperti babi. Adanya teknologi pangan ini menimbulkan potensi yang besar dalam menyediakan daging sapi untuk konsumsi oleh masyarakat.

Sumber : Perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kopenhagen