Print Friendly and PDF

Produk Outdoor Furniture Indonesia Menantang Pasar Jerman dan Eropa

  August 29, 2014. Category: general

Jakarta, 29 Agustus 2014. Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN), Kementerian Perdagangan akan berpartisipasi pada pameran SPOGA Fair pada tanggal 31 Agustus – 2 September 2014 di Cologne-Jerman.

SPOGA fair merupakan salah pameran internasional terkemuka untuk produk outdoor furniture. Adapun pemilihan pameran ini didasarkan pada observasi atas potensi produk outdoor funiture Indonesia di Eropa khususnya Jerman. Dalam pameran ini Kemendag memperoleh paviliun (Indonesian Country Pavilion) seluas 238m2 yang merupakan kerjasama DJPEN dan SIPPO. Peserta pameran adalah perusahaan-perusahaan yang telah lulus seleksi audit dan telah mengikuti Coaching Program yang diselenggarakan oleh SIPPO. Dalam program ini setiap perusahaan dipersyaratkan mengikuti coaching selama 3 tahun berturut-turut dan hanya diberi kesempatan mengikuti pameran sebanyak 3 (tiga) kali. Hal ini dimaksudkan untuk membangun kemandirian perusahaan dalam bersaing di pasar internasional khususnya di wilayah Eropa.

Peserta pameran adalah sejumlah 10 (sepuluh) perusahaan produsen outdoor furniture yaitu PT. Casa Java Furniture, Semarang; PT. Evoline Furniture Industry, Sidoarjo; CV. Debough Indonesia – Mbiyen, Sidoarjo; UD Permata Furni, Semarang; CV. Ergo Furniture Indonesia, Jakarta; PT. Tunas Sinergi Persadatama, Yogyakarta; CV. Suntek Alliance, Jepara; CV. Jawa Corner Indonesia, Kudus; PT. Amangriya, Sidoarjo; dan Queen Furniture, Jepara.

Disamping itu, Atdag RI di Berlin juga secara bersama-sama berpartisipasi memaksimalkan Pavilion ini dengan menempati area seluas 55 m2. Peserta dalam paviliun ini adalah perusahaan dari program coaching sebelumnya yakni: PT. Elmas Natura, Jakarta dan Khavindo;

Kegiatan promosi melalui pameran yang kepesertaannya disiapkan melalui export coaching program merupakan kegiatan yang dapat mendukung tercapainya target ekspor menurut produk ke negara tujuan ekspor yaitu Jerman sebagai salah satu pasar utama yang ditargetkan tumbuh sebesar USD 2,9 milyar (realisasi 2014-2015) dengan target pertumbuhan ekspor produk hasil hutan pada tahun 2014 senilai USD 117,8 juta,” jelas Nus Nuzulia Ishak, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan.

Sekilas Perkembangan Ekspor Produk Furniture Indonesia ke Jerman

Jerman merupakan salah satu tujuan utama ekspor produk furniture Indonesia dengan nilai mencapai USD 67,5 juta untuk tahun 2013. Jerman menempati urutan ketiga tujuan ekspor furniture Indonesia dan posisi pertama untuk wilayah Eropa. Meski untuk periode 2009-2013 ekspor produk furniture Indonesia ke Jerman mengalami tren negatif yaitu 14,24%, namun untuk periode Januari-April 2014 nilai ekspor produk furniture Indonesia ke Jerman mencapai USD 32,09 juta, atau mengalami peningkatan sebesar 17,14% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.