News & Information

POTENSI PRODUK MAKANAN DAN MINUMAN DI PASAR AS DAN PERSYARATANNYA

Produk makanan dan minuman merupakan salah satu produk Indonesia yang prospektif di pasar Amerika Serikat

Produk makanan dan minuman merupakan salah satu produk Indonesia yang prospektif di pasar Amerika Serikat.  Menurut laporan Atase Perdagangan di Washington DC, pengeluaran konsumen AS untuk food, beverages and tobacco consumption diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan. Pada tahun 2016, nilainya mencapai US$ 1,12 triliun dan akan mencapai US$ 1,23 triliun pada tahun 2019.

Secara khusus, meningkatnya tingkat pendapatan per kapita mendorong peningkatan permintaan konsumen untuk produk makanan/minuman specialty food (SF), terutama yang baik untuk kesehatan dalam bentuk premium, organic dan natural. Berdasarkan States of the Specialty Food Industry Report disebutkan bahwa:

  • Cheese & cheese alternatives, ice cream dan frozen desserts adalah merupakan the top three most-purchased segments.
  • 61% konsumen SF membeli produk-produk SF setiap hari sebagai meals di rumah
  • Generasi Millenials (berumur 25-44 tahun) adalah konsumen terbesar yang membeli produk SF (dan cenderung membeli produk yang eco-friendly, artisanal, dan gluten-free), sementara generasi X menghabiskan sebagian waktunya masak dan mempersiapkan makanan di rumah.
  • Konsumen SF menghabiskan rata-rata US$ 80 per minggu untuk belanja/makan di restoran
  • Sebanyak 45% konsumen SF membeli produk yang berasal dari lokal. Hal ini bahwa produk sisanya dipenuhi dari impor.
  • Chocolate, coffee dan tea adalah merupakan produk SF yang paling sering dibeli online.
  • Konsumen SF membelanjakan 32% (dari pengeluaran untuk membeli produk makanan/minuman) untuk membeli produk SF.

Menilik tingginya potensi pasarnya, perwakilan Indonesia di luar negeri menjadikan produk makanan dan minuman menjadi prioritas pertama untuk pengembangannya di pasar AS dan diharapkan dapat mendorong industri lainnya untuk semakin berkibar di pasar AS.  namun, selain dari potensi yang dimilikinya, produk makanan dan minuman juga sarat dengan peraturan dan ketentuan.  Selain ketentuan baru tentang label makanan dan minuman pada 2016, eksportir disarankan untuk selalu update dengan persyaratan dan ketentuan produk yang beredar di pasar AS. FDA (Food and Drug Administration) merupakan lembaga AS yang berkewenangan terhadap peraturan produk makanan dan minuman yang beredar. Peraturan tersebut dan link nya antara lain sebagai berikut :

Sertifikasi HACCP, sistem manajeman fasilitas produksi, adalah salah satu syarat utama untuk ekspor produk makanan dan minuman di AS, dapat dilihat pada link www.fda.gov/Food/GuidanceRegulation/HACCP/default.htm

  • The Public Health Security and Bioterrorism Preparedness and Response Act of 2002 (the Bioterrorism Act)

Bioterrorism Act bagian 307 mengharuskan pemberitahuan sebelum pengiriman makanan yang diimpor ke AS kepada FDA. Pemberitahuan harus menyertakan deskripsi barang/komoditas, produsen dan pengirim, petani (jika diketahui), negara asal, negara dari mana barang dikirimkan dan pelabuhan dimana barang diantisipasi masuk.  Penjelasan tutorial pemberitahuan ini secara online dapat diakses pada link www.fda.gov/Food/GuidanceRegulation/ImportsExports/Importing/ucm2006836.htm

  • The Imported Seafood Safety Program

FDA menaruh perhatian khusus terhadap importasi hasil laut terhadap kontaminasi yang disebabkan antara lain : kandungan logam merkuri dan timah), penggunaan bahan kimia (PCB), pestisida (DDT dan dieldrin), dan salmonella.  Ketentuan tersebut dapat dilihat pada link www.fda.gov/Food/GuidanceRegulation/ImportsExports/Importing/ucm248706.htm sedangkan import alert dapat dilihat pada www.accessdata.fda.gov/cms_ia/country_ID.html

By : Administrator , 30 September 2016