News & Information

KUNJUNGAN KE PABRIK STATIONERY KERTAS ALYAMAMA SUDAN

Pada tanggal 30 Maret 2015, Duta Besar RI melakukan kunjungan ke pabrik stationery kertas Alyamama, kawasan industri Ellamab, Khartoum dan bertemu dengan Direktur Umum Alyamama Co. Ltd, Mr. Ali Khaidir Kambal. Kunjungan ini dalam rangka membicarakan prospek hubungan bilateral Indonesia-Sudan terutama bidang perdagangan dan permasalahannya. Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan undangan untuk hadir pada Trade Expo Indonesia (TEI) pada 21-25 Oktober 2015 di Jakarta.

Mr. Ali yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Sudanese Businessmen and Employers Federation selama kurang lebih 10 tahun, sudah sering berkunjung ke Indonesia dan mengimpor bahan kertas, wrap dan suku cadang mesin percetakan. Bahan kertas tersebut kemudian diolah menjadi printing paper A4 dan buku tulis yang nantinya akan didistribusikan ke pasar Sudan maupun negara tetangga seperti Chad, Ethiopia dan Sudan Selatan. Alyamama Co. Ltd juga memperkerjakan 4 (empat) tenaga teknis Indonesia untuk mengoperasikan mesin percetakan di pabrik tersebut.

Beliau mengakui produk-produk dari Indonesia memiliki keunggulan, terutama dari segi kualitas dan harga yang bersaing. Namun kendala utama yang menghambat kemajuan perdagangan antar kedua negara adalah kesulitan dalam melakukan transaksi keuangan dengan pihak Indonesia. Mereka tidak dapat membuka LC ataupun transfer langsung tapi harus melalui pihak ketiga yaitu bank komersial di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Hal ini menyebabkan ongkos lebih mahal karena harus melakukan transfer hingga dua kali bahkan sering tertolak beberapa kali, sementara transfer ke beberapa negara lain relatif lebih mudah. Kendala ini dapat menjadi ancaman kehilangan pasar apabila tak ditindaklanjuti, karena negara lain khususnya Tiongkok telah merambah langsung pasar-pasar di Sudan untuk menawarkan produknya.

Sehubungan dengan kendala-kendala tersebut, kiranya perlu dilakukan terobosan guna mengatasi kendala yang dihadapi. Salah satu opsi yang dapat dijajaki adalah mendorong kerjasama antar bank sentral yaitu antara Bank Indonesia (BI) dengan Central Bank of Sudan (CBOS) tentang pembiayaan perdagangan (trade financing) bilateral, misalnya dengan Bilateral Currency Swap Agreement (BCSA). Sekiranya hambatan tersebut dapat diatasi, Mr.Ali siap meningkatkan volume impornya dari Indonesia.

By : Administrator , 04 May 2015