Aprina
Murwanti
Designer Detail
Detail Information
Name : Aprina Murwanti
Country : Indonesia
Region : Jawa Barat - Kabupaten Bogor
Design Fields : Desain Tekstil
Design Product(s) : -

About Me

Saya adalah seorang akademisi dan praktisi seni yang memiliki belakang pendidikan desain kriya tekstil dan seni tekstil. Telah 9 tahun bekerja sebagai dosen tetap jurusan pendidikan seni rupa di Universitas Negeri Jakarta dan mengajar mata kuliah kriya tekstil, desain tekstil, kriya serat, dasar-dasar desain 2 dimensi dan 3 dimensi, serta manajemen seni. Saya juga memiliki pengalaman sebagai dosen tamu dalam topik gender dan seni rupa di University of Sydney, Australia pada (2012). Kesempatan sebagai pengajar melibatkan saya pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang seni, seperti menjadi salah satu penulis modul pelatihan kerajinan tangan untuk korban Tsunami Aceh, fasilitator desain tas dan sandal di desa Limbangan (2005), juri lomba kreativitas di Habibie centre (2008), reviewer buku teks  seni rupa untuk Pusat pebukuan dan BSNP,  pembicara 'designpreneur' di majalah Cita Cinta (2008) serta penulis modul manajemen festival seni untuk desa Seraya, Bali (2013). Selain mengajar, saya menjadi pembicara dalam konferensi nasional dan internasional. Sebagai praktisi seni dan desain, saya melakukan fashion show untuk majalah Bazaar Indonesia dan Esmod jakarta (2005), pameran bersama di Museum tekstil (2005,2009), pameran untuk Universitas Negeri Jakarta di Malaysia (2005), pameran seni serat internasional (Yogya, 2012), Wollongong (2013) serta pameran solo di Australia (2012, 2013). Saya juga menulis beberapa publikasi tentang tekstil, kostum dan seni Indonesia dalam bentuk bab di Contribution Matter (PPI, Australia 2012), artikel jurnal untuk Context (Costume and Textile Association, New Zealand 2012), dan artikel tentang kebaya dan blangkon untuk Ethnic Costume Encyclopaedia (Altamira, USA 2014). Beberapa prestasi saya adalah 2nd runner up dalam Nationwide fashion design contest (2005), best student in Corporate Governance di Sydney Business School (2013) dan Islamic Development Bank PhD Scholarship awardee (2010-2013).

My Expertise

Mendesain dan membuat kriya tekstil, Practice led research (Praktik seni berbasis riset) sertifikat dari Australian Technology Network of Universities, bisnis dan manajemen dari Sydney Business School UOW, pengajaran dan pelatihan kriya tekstil serta penciptaan produk kriya tekstil

My Message

Sebagai seorang akademisi sekaligus praktisi seni dan desain, saya berpendapat bahwa hubungan antara desainer dan UKM perlu dibangun dengan baik. Hubungan antara desainer dan UKM merupakan hubungan yang saling dapat memberi manfaat. Dalam berkarya, desainer - bahkan seniman kerap membutuhkan pihak UKM untuk membantu proses produksi karya dan mendapatkan pengetahuan tentang kondisi riil proses produksi di lapangan. Sebaliknya, UKM juga kerap membutuhkan dukungan dan intervensi desainer dalam proses produksinya untuk membantu proses diversifikasi dan memberi nilai tambah (added value) pada produk yang dihasilkan. Desainer memahami dengan baik proses perancangan, nilai estetis, pertimbangan strategis antara fungsi dan estetik, serta memiliki pengetahuan dalam membaca tren dan kebutuhan segmen pasar UKM. Sebaliknya, UKM menguasai proses dan lini produksi, memiliki jaringan sumber daya alam dan manusia, memahami kondisi riil di lapangan serta telah memiliki jaringan pemasaran. Sinergi antara desainer dan UKM dalam bentuk pendampingan proses penciptaan dan produksi merupakan kegiatan strategis yang bukan hanya dapat memacu pengembangan moril dan materiil UKM, namun juga dapat melatih desainer untuk mengelola sumber daya kreatif dan memaksimalkan potensi UKM. UKM juga berperan dalam memberikan pengalaman langsung untuk melatih desainer berkontribusi langsung dalam komunitas dan industri kreatif. Pengalaman sebagai pengajar, sangat membantu saya dalam menjaga keberlanjutan pendampingan dan pelatihan UKM sandal dan tas di Limbangan Jawa Barat (2003-2010) dan UKM tenun lurik di Klaten (2010-2013), sedangkan pengalaman pribadi  saya  sebagai praktisi seni dan desain membantu UKM-UKM tersebut dalam pengembangan produk dan mengetahui jenis produk yang disukai oleh target pasar UKM.

My Works

Sri Goni Wiidadari Donya (Jakarta)

Sri Goni Wiidadari Donya (Jakarta)

Busana goni ini merupakan karya yang diikutsertakan dalam kompetisi Nationwide Fashion Design yang diselenggarakan sekolah mode Esmod Jakarta dan Majalah Bazaar Indonesia. Karya diperagakan dalam fashion show di Mal Plaza Indonesia dan dipamerkan di Jakarta dan Surabaya. Dengan mengolah material goni sebagai bahan baku utama jaket, rok dan tas, karya ini memperkenalkan teknik sulam, batik, rajut dan pencelupan dengan zat warna alam sebagai alternatif pengolahan goni. Serat goni yang kasa, diolah dengan pengelantangan dan teknik rajut untuk membuat jaket hangat berbulu. Tekstur goni yang kasar justru dimanfaatkan dan ditonjolkan dengan teknik sulaman tangan pada jaket, rok, kemben dan bandana. Penggunaan zat warna yang  berasal dari tegeran dan kesumba makin memperkuat karakter dan warna khas serat goni. Karya ini memenangkan posisi ketiga dengan hadiah beasiswa fashion dan pattern-making dari sekolah mode Esmod Jakarta.

Soft Sculpture Lurik dalam pameran 'Recalling the Goddess Sri' dan 'the Stitch of Lament' (Australia)

Soft Sculpture Lurik dalam pameran

Lurik Klaten merupakan tenun tertua di Jawa Tengah yang hampir terlupakan oleh masyarakat. Tekstur yang kasar, warna yang monoton, pola yang sederhana, karakter yang suram, membuat lurik kurang dilirik oleh pasar tekstil dan kerajinan. Popularitas batik membayangi lurik di jawa Tengah. Penelitian yang saya lakukan selama 3 tahun (2010-2013) membuktikan bahwa meredupnya lurik di Indonesia sangat terkait dengan politisasi agama, seni dan budaya di Indonesia. Mengangkat sejarah dan filosofi Lurik, saya justru menonjolkan  'kekurangan-kekurangan' lurik seperti karakter suram,pola sederhana, nuansa mistis, garis-garis yang monoton, serta keterbatasan skema warna dan tekstur kasar sebagai kekuatan karya saya dan kekuatan lurik itu sendiri. Lurik saya transformasi menjadi soft sculpture - boneka-boneka dalam instalasi seni. Lurik ditampilkan dalam bentuk elemen estetis gantung, skulptur bunga dan binatang antah berantah yang terinsppirasi dari legenda-legenda dibalik sejarah lurik. Melalui pendekatan ini, Lurik sekaligus sejarah yang terkait didalamnya menjadi dikenal di komunitas seni Wollongong, Australia. Saya diundang untuk memamerkan dan mempresentasikan karya tersebut disebuah konferensi tekstil internasional di UOW, serta mempublikasikan sebagian hasil penelitian di jurnal terbitan New Zealand. Respon yang sangat baik pada karya ini juga didapatkan dari komunitas tekstil di New South Wales, koran lokal Wollongong, DG website, Universitas Wollongong, serta blog seniman-seniman di Wollongong. Berkat karya ini, saya direkomendasikan oleh penguji disertasi dari Sydney University dan RMIT University untuk mendapatkan gelar PhD bidang seni kreatif pada Desember 2013.