Print Friendly and PDF

Kemendag pada Government Roundtable Pemulihan Ekonomi Sektor Pertanian

  October 19, 2020. Category: headline

Jakarta, 19 Oktober 2020

 

 

 

 

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional berbicara pada forum Government Roundtable Pemulihan Ekonomi Sektor Pertanian yang diselenggarakan secara daring oleh Markplus, Inc. pada Senin, (19 Okt).

 

Acara ini dibuka oleh Founder & Chairman Markplus, Inc., Hermawan Kartajaya, dipandu oleh Deputy Chairman MarkPlus, Inc., Taufik dengan narasumber Direktur Utama PTPN Holding, Muhammad Abdul Ghani dan perwakilan PT Pupuk Indonesia, Kartina Wahyu  serta dihadiri oleh lebih dari 500 peserta pegiat dan pelaku usaha sektor pertanian.

 

Menurut Dirjen Kasan, sejumlah  produk ekspor pertanian mengalami pertumbuhan positif di masa pandemi COVID-19  (Januari – Agustus  2019/2020) yaitu kelapa naik 189,19%, jambu, mangga& manggis naik 134,49%, kayu manis naik 107,32%, kapulaga naik 96,54%, kacang mede naik 73,01%, sayuran naik 68,69%, pala naik 32,17% dan cengkeh naik 14,09%.

 

Lebih lanjut Dirjen PEN mengatakan bahwa komoditas pertanian Indonesia memiliki comparative advantage berupa produk pertanian tropis, namun masih banyak tantangan yang harus dihadapi seperti perlunya pemahaman akan produk pertanian berkelanjutan dan berketelusuran (sustainability dan traceability); adaptif terhadap tren dan preferensi konsumen yang berubah cepat; serta penguatan daya saing.

 

Kemendag terus berupaya membuka akses pasar produk pertanian baik melalui perundingan perdagangan juga menggiatkan pemasaran melalui para perwakilan perdagangan di luar negeri sekaligus meningkatkan daya saing melalui peningkatan kapasitas pelaku ekspor, sertifikasi serta pengembangan produk dan desain, sambung Dirjen PEN.