Print Friendly and PDF

“Balai Besar PPEI bekerja sama dengan Perwakilan Perdagangan di Jepang menyelenggarakan Webinar “Akses Pasar UKM Eksportir Indonesia ke Jepang Seri Food, Beverages Ingredients”

  June 30, 2020. Category: headline

Selasa, 20 Juni 2020

 

 

 

 

Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional bekerja sama dengan KJRI di Osaka dan Perwakilan Perdagangan di Jepang (Atase Perdagangan Tokyo dan ITPC Osaka) dan Perwakilan BI di Tokyo menyelenggarakan webinar untuk para pelaku usaha Indonesia dengan tema “Akses Pasar UKM Eksportir Indonesia ke Jepang Seri Food, Beverages Ingredients” yang diikuti oleh lebih dari 200 orang peserta yang sebagian besar merupakan pelaku usaha Indonesia.

 

Webinar dibuka oleh Kepala Balai Besar PPEI Noviani Vrisvintati dan dilanjutkan dengan keynote speech oleh Konsul Jenderal RI di Osaka Mirza Nurhidayat. Narasumber pada webinar ini yaitu Ms. Kana Fujita, Manager Overseas Market Development Dept.-Kobe Bussan, Co. Ltd, dan Mr. Hiromasa Haruki, Chief of Import Section-Kyodo Food Products.

 

Kepala Balai Besar PPEI, menyampaikan kegiatan webinar ini merupakan upaya untuk memberikan pengetahuan mengenai akses pasar ke Jepang bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Indonesia untuk sektor makanan dan minuman dan diharapkan dapat berlanjut ke rangkaian virtual business matching dengan menghadirkan buyer potensial.

 

Konjen RI menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perdagangan dan Perwakilan Perdagangan di Jepang dalam upaya memberikan motivasi dan dorongan kepada pelaku usaha di Indonesia untuk dapat memanfaatkan peluang pasar produk pangan olahan di Jepang. Pelaku usaha diharapkan dapat memahami karakteristik budaya Jepang yang sangat memperhatikan sanitasi, higienitas, kebersihan dan kandungan nutrisi  untuk produk pangan yang akan masuk ke pasar Jepang.

 

KJRI di Osaka, Perwakilan RI di Jepang (Atase Perdagangan dan ITPC Osaka) akan terus memberikan fasilitasi, menindaklanjuti kegiatan webinar ini dan berlanjut ke kegiatan business matching.