Print Friendly and PDF

Membuka Akses Pasar Upaya Meningkatkan Ekspor

  March 06, 2018. Category: exporter

Capaian kinerja Kementerian Perdagangan pada tahun 2017 cukup mendukung perkembangan ekspor nonmigas Indonesia. Pada tahun 2017, nilai ekspor nonmigas Indonesia naik 15,8% menjadi USD 153 miliar dari USD 132 miliar. Capaian ini menjadi acuan positif Kemendag dalam menyusun kembali langkah strategis pengembangan ekspor tahun 2018.

Total ekspor nonmigas Indonesia tahun 2017 mencapai pertumbuhan positif yang jauh melampaui target sebesar 5,6%. Neraca perdagangan tahun 2017 mengalami surplus sebesar USD 11,8 miliar, terdiri dari defisit perdagangan migas sebesar USD 8,6 miliar dan surplus perdagangan nonmigas sebesar USD 20,4 miliar. Kinerja ekspor pada tahun 2017 ini mencatatkan surplus lebih besar dibandingkan tahun 2016, bahkan menjadi yang terbesar selama enam tahun terakhir.

Kinerja ekspor Indonesia pada Januari 2018 menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, merupakan awal yang baik guna mendukung optimisme pencapaian kinerja ekspor di tahun 2018. Nilai ekspor Indonesia di bulan Januari 2018 tercatat mencapai USD 14,5 miliar, atau naik sebesar 7,9% dibanding bulan yang sama tahun 2017 (YoY). Penguatan ekspor di bulan Januari ini didukung oleh peningkatan ekspor minyak dan gas (migas) sebesar 1,1% dan kenaikan ekspor nonmigas sebesar 8,6%.

Kinerja ekspor yang baik sangat diharapkan untuk mendukung terjadinya peningkatan kinerja ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Arahan Presiden RI cukup jelas bahwa perdagangan dan investasi harus ditingkatkan, khususnya peningkatan ekspor. Meskipun kinerja ekspor Indonesia tahun 2017 cukup baik, melampaui target yang dicanangkan, namun nilai ekspor Indonesia masih di bawah nilai ekspor negara-negara tetangga di ASEAN seperti Singapura, Thailand, Malaysia dan Vietnam. Untuk mencapai hal tersebut, Kementerian Perdagangan pun telah merevisi target peningkatan ekspor tahun 2018 menjadi sebesar 11%.

Pembukaan Akses Pasar yang Bersinergi

Kinerja ekspor sangat dipengaruhi oleh daya saing yang diperoleh dari keunggulan akses pasar, jenis produk dan promosi yang dilakukan. Peran pemerintah bersama stakeholders sangat besar untuk menciptakan keunggulan daya saing yang diinginkan sesuai dengan proporsi dan kewajiban masing-masing untuk mewujudkannya.

Dalam upaya peningkatan ekspor Indonesia, peran Kementerian Perdagangan sangat penting dalam pembukaan akses pasar yang diimbangi dengan sinergi promosi perdagangan. Sejalan dengan instruksi Bapak Presiden RI agar Indonesia membuka pasar di negara-negara tujuan ekspor non tradisional, maka Kementerian Perdagangan pun aktif melakukan inisiasi perjanjian perdagangan dengan negara-negara di kawasan Afrika, Euroasia, Eropa Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Amerika Latin dibarengi dengan Misi Dagang sebagai langkah penetrasi pasar untuk memasukkan produk unggulan Indonesia ke negara-negara non tradisional.

Mengawali tahun 2018, Kementerian Perdagangan telah melakukan 2 misi dagang ke India dan Pakistan dengan memperoleh transaksi ekspor senilai USD 2,275 Miliar dan kontrak LNG senilai USD 6,4 Miliar. Untuk memperluas akses pasar produk Indonesia, pada tahun 2018, di bawah koordinasi Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kemendag akan melakukan rangkaian misi dagang ke 11 negara lainnya, yaitu Selandia Baru, Taiwan, Bangladesh, Turki, Bulgaria, Maroko, Aljazair, Brasil, Ekuador, Azerbaijan, dan Arab Saudi.

Misi dagang dengan rangkaian kegiatan berupa Business Forum, Business Matching dan Pameran di Luar Negeri merupakan langkah riil dalam melakukan promosi produk Indonesia dengan sasaran buyer luar negeri yang diharapkan akan meningkatkan nilai ekspor Indonesia. Dirjen PEN Arlinda dalam keterangannya menyebutkan bahwa “Misi Dagang yang dilakukan secara berkesinambungan merupakan langkah nyata dalam mencarikan buyer luar negeri bagi eksportir Indonesia, selain mempererat hubungan dagang secara bilateral antara Indonesia dan negara mitra dagang yang ke depannya diharapkan dapat mendorong peningkatan ekspor Indonesia secara signifikan.” Penetrasi pasar ke negara-negara non tradisional akan digenjot dengan tetap menjaga pasar tradisional tujuan ekspor. Untuk menjaga eksistensi Indonesia di pasar tujuan ekspor tradisional, Kementerian Perdagangan melalui perwakilan perdagangan di luar negeri aktif berpartisipasi pada pameran-pameran potensial dan selalu menjaga networking dengan para importir di negara akreditasi.

Lebih lanjut Arlinda mengungkapkan “Untuk keberhasilan Misi Dagang Indonesia lainnya yang akan dilakukan sepanjang tahun 2018 ini, kami mengharapkan partisipasi aktif dari para pelaku usaha, BUMN dan stakeholders lainnya.”

Sumber : Sekretariat Ditjen PEN