Print Friendly and PDF

Mendag: Food City Rusia Gerbang Ekspor Produk Mamin Halal Indonesia ke Pasar Eurasia

  August 08, 2017. Category: exporter

Kunjungan kerja Menteri Perdagangan di Rusia telah berakhir namun justru menjadi langkah awal bagi Indonesia untuk dapat memperluas pasar di Negeri Beruang Merah ini. Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, melihat Rusia sebagai pasar yang potensial, terutama bagi produk makanan dan minuman (mamin) halal Indonesia.

“Populasi Rusia 143,5 juta, dimana 9,4 juta orang beragama Islam. Ini peluang bagi produk makanan olahan Indonesia termasuk makanan Halal,” sebut Mendag saat meninjau Paviliun Indonesia di Food City, Moskow, Rusia, (5/8).

Dalam jangka menengah dan panjang, imbuhnya, program permanent trade display Paviliun Indonesia di Food City diperkirakan akan menjangkau pembeli yang lebih luas di kawasan Eurasia (termasuk Armenia, Belarus, Kazakshtan, Kyrgistan), Eropa Timur & Tengah, juga Asia.

Food City merupakan etalase 8.000 m2 di kota Moskow yang dipergunakan untuk menampilkan aneka produk makanan dari paviliun negara-negara yang ikut berpartisipasi dalam program ini. Indonesia mendapat kehormatan dari pihak Rusia dengan mendapat lahan seluas 200 m2 dimana negara-negara lain hanya mendapat 100 m2. Paviliun Indonesia digagas mantan Menteri Perdagangan, Rahmat Gobel, bekerjasama dengan Duta Besar RI di Moskow dan Atase Perdagangan di Moskow untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke Rusia, terutama untuk produk makanan olahan. Paviliun Indonesia berada di area internasional berdekatan dengan Israel, Macedonia, Iran, Korea Selatan, dan Vietnam.

Mendag mengharapkan Food City menjadi pintu gerbang ekspor produk Indonesia ke pasar Rusia dan Eurasia dan dikelola secara profesional. “Pengelola Food City dan Atase Perdagangan Moskow harus bekerjasama dengan importir/distributor produk makanan dan minuman di Rusia. Dari Jakarta, Ditjen PEN akan melakukan seleksi produk-produk makanan Indonesia yang telah memenuhi standar kualitas produk ekspor dan dapat menjamin kontinuitasnya untuk hadir di Food City,” jelas Mendag Enggar.

Peninjauan ke Food City justru membuat dirinya terinspirasi dan ingin mengadopsi konsep ini untuk dapat diterapkan di Indonesia dengan membangun pusat distribusi antarpulau dan antarprovinsi sebagai jalur logistik yang dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. “Konsep Food City ini bisa memutus mata rantai distribusi yang panjang,” imbuh  Mendag Enggar.

Terakhir, Mendag menghimbau Gubernur, Bupati/Walikota, maupun dunia usaha Indonesia agar dapat memaksimalkan keberadaan Paviliun Indonesia di Food City untuk mendorong ekspor ke pasar Rusia yang lebih besar, khususnya produk makanan dan minuman.

“Mendag ingin bergegas. Kami (Kemendag) akan segera menindaklanjuti hasil kunjungan ke Rusia ini dan berkoordinasi dengan para Kepala Daerah dan pelaku usaha terkait agar kesempatan memperkenalkan potensi produk ekspor Indonesia ini tidak terlewatkan begitu saja,” tutup Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kemendag, Arlinda.

Sumber: Dit. P2C DJPEN