Print Friendly and PDF

Misi Dagang Nigeria: Mendag Saksikan Penandatanganan MoU Senilai USD 21,1 Juta

  July 27, 2017. Category: exporter

Kunjungan Misi Dagang Kementerian Perdagangan ke Nigeria membuahkan hasil positif. Pelaku usaha Indonesia mengikat beberapa kerja sama perdagangan dan investasi dengan pelaku usaha Nigeria senilai USD 21,1 juta. Demikian dikatakan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita usai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pengusaha Indonesia dan Nigeria dalam rangka Forum Bisnis Indonesia-Nigeria di Eko Hotel, Lagos, Nigeria, (24/7).

“Produk Indonesia banyak diminati pengusaha Nigeria. Lewat hubungan yang lebih kuat, diharapkan dapat menggenjot ekspor kita ke pasar Nigeria,” tegas Mendag.

Penandatanganan MoU dilakukan antara PT Kareem International dan Asanita Investment Limited berupa pendirian pabrik Bio-Ethanol di Edo State, Nigeria, senilai USD 20 juta, serta Air Mancur dan Jeisjosh Pharmaceutical and Food Limited senilai USD 1,1 juta berupa ekspor produk herbal selama satu tahun.

Selain itu, dilakukan juga penandatanganan kerja sama antara Lembaga Pembiayaan Ekspor dan Impor (LPEI) dan Nigerian Eximbank (NEXIM Bank) terkait pembiayaan, penjaminan, pertukaran dagang, serta kerja sama bantuan teknis untuk mendorong transaksi perdagangan antara kedua negara. Dengan kerja sama tersebut, diharapkan dapat terjalin hubungan yang lebih kuat dalam mempromosikan perdagangan dan investasi regional dan global antara Indonesia dan Nigeria.

“Kerja sama antara LPEI dengan NEXIM Bank dapat mendorong instrumen pembiayaan, jaminan, asuransi, dan perdagangan barter untuk meningkatkan transaksi antara Indonesia dan Nigeria,” jelas Mendag.

Forum Bisnis terlaksana atas kerja sama antara Kemendag, KBRI Abuja, dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos. Forum ini dihadiri lebih dari 200 pelaku usaha Nigeria. Acara ini ditujukan untuk memberikan gambaran mengenai peluang bisnis dengan pelaku usaha Indonesia serta mempromosikan produk potensial ekspor Indonesia.

Selain paparan dari Pemerintah dan pelaku bisnis kedua negara, diadakan mini display produk Indonesia serta One-on-One Business Matching. Forum Bisnis dibuka oleh Duta Besar RI di Abuja dan dihadiri oleh Gubernur Edo State, Godwin Obaseki.

Nigeria adalah salah satu negara tujuan Misi Dagang ke Afrika kali ini. Dalam Misi Dagang tersebut, Indonesia memboyong 21 perusahaan yang bergerak antara lain di sektor pertanian, otomotif, kopi, importir minyak mentah, konstruksi, pengolahan makanan, furnitur, produk kelapa sawit, kertas, bumbu-bumbu, sepatu, tekstil, bahan bangunan, dan finansial.

Para pelaku usaha Indonesia menjajaki pasar Afrika lewat Forum Bisnis dan One-on-One Business Matching, studi banding, dan survei potensi pasar, sehingga lebih fokus dan terarah dalam mencari mitra dagang atau peluang bisnis.

Indonesia merupakan negara pemasok ke-18 bagi Nigeria, kedua dari ASEAN setelah Malaysia. Nigeria adalah salah satu mitra dagang penting bagi Indonesia di Afrika. Pada tahun 2016, total perdagangan antara kedua negara mencapai USD 1,6 miliar, dengan nilai ekspor Indonesia mencapai USD 310,8 juta dan nilai impornya USD 1,28 miliar. Defisit bagi Indonesia karena sebagian besar adalah impor minyak dan gas.

Meskipun demikian, Indonesia mengalami surplus USD 302,72 juta pada perdagangan nonmigas. Produk ekspor nonmigas Indonesia ke Nigeria antara lain kertas, kelapa sawit dan turunannya, obat-obatan, dan bumbu-bumbu.

Sumber : Dit. P2C DJPEN