Print Friendly and PDF

Indonesia Raih Transaksi Rp 7 Miliar pada Saudi Health 2013

  May 22, 2013. Category: general

Jakarta, 21 Mei 2013 – Partisipasi Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) pada pameran Saudi Health 2013 yang diselenggarakan pada tanggal 12-14 Mei 2013 lalu di Riyadh, Arab Saudi meraih sukses. Paviliun Indonesia yang diikuti oleh 12 perusahaan yang menampilkan produk dan alat kesehatan serta informasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berhasil menarik banyak buyer dan meraih transaksi besar.

“Total transaksi yang berhasil diraih para peserta Paviliun Indonesia adalah sebesar Rp 7 miliar. Hal ini menandakan bahwa produk alat kesehatan Indonesia memiliki daya saing dan cukup diminati pasar Arab Saudi,” papar Direktur Pengembangan Promosi dan Citra, Ibu Pradnyawati.

Salah satu perusahaan yang mendapatkan deal berupa agreement maupun penjajakan long-term order dan partner adalah PT. Mega Andalan Kalasan (MAK) yang memperoleh partner salah satu rumah sakit terbesar di Arab Saudi yang akan menggunakan produk mereka seperti hospital bed, trolley, waiting chair, overbed table dan bedside cabinet. Selain itu MAK juga mendapatkan order produk hospital furniture dari perusahaan AJ. Sons.

Peserta lain yang juga meraih sukses adalah PT. Sugih Instrumendo Abadi yang mendapatkan partner perusahaan distributor produk stethoscope dan sphygmomamomete. PT. Indofarma juga memperoleh agent dari Dammam untuk distribusi ke perusahaan swasta maupun kantor Pemerintah dan ada pula peserta pameran Al Jeel tertarik untuk menjadi supplier untuk produk incubator yang diproduksinya. Distributor Mustika Ratu di Riyadh juga berminat untuk menjadi distributor obat-obatan produksi Indofarma.  PT. Biofarma juga akan segera menindaklanjuti pendistribusian vaksin ke Arab Saudi setelah mendapatkan penjelasan langsung dari Wakil Menteri Kesehatan Arab Saudi.

Paviliun Indonesia yang menempati lahan seluas 192 m2 dan menggunakan disain spesial bertemakan Trade with Remarkable Indonesia mendapat kesempatan istimewa dikunjungi oleh Menteri Kesehatan Arab Saudi, DR. Abdulllah Bin Abdul Aziz Al Rabee’ah dengan didampingi oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Bapak Gatot Abdullah Mansyur. Pada kesempatan lainnya, Wakil Menteri Kesehatan Arab Saudi, Sulaiman Qayim Al-anazi juga berkesempatan berdialog dengan beberapa peserta dari Indonesia, terutama peserta yang menampilkan produk obat (vaksin) dan peralatan kesehatan.

Pada kesempatan lain, BPOM telah turut mengunjungi kantor Saudi Food and Drug Authority (SFDA) untuk berkoordinasi dan bertukar informasi perihal regulasi makanan dan obat di masing-masing negara. Selain itu, atas permintaan BPOM, KBRI Riyadh juga telah mengadakan acara sosialisasi Bahaya Bahan Obat Kimia yang terkandung dalam jamu-jamuan dan obat herbal di Sekolah Indonesia Riyadh (SIR) dengan peserta terdiri dari WNI baik pelajar maupun masyarakat umum sebanyak 50 orang.

Nilai total ekspor nonmigas Indonesia dengan Arab Saudi selama periode 2008-2012 mengalami peningkatan rata-rata sebesar 12,72%, dari sekitar USD 1,2 miliar di tahun 2008 menjadi sekitar USD 1,8 miliar di tahun 2012. Sementara untuk periode Januari-Februari 2013 mencapai sekitar USD 280 juta atau mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 20012 yang mencapai sekitar USD 291 juta.

“Tak hanya minat yang besar terhadap produk dan alat kesehatan dari Indonesia, Arab Saudi juga ternyata banyak membutuhkan jasa tenaga perawat Indonesia untuk ditempatkan di Rumah Sakit yang saat ini sedang giat dibangun oleh pemerintah Arab Saudi,” tutup Ibu Pradnyawati.

Sumber : P2C DJPEN