tartaruga veado cobra sapo sexofogo pornofalke pornocoelho pornogafanhoto Erotik film Full hd film izle
Directorate General for National Export Development
Print Friendly and PDF

CPO Primadona Ekspor Indonesia 2012

  February 06, 2012. Category: general

KOPI, Pekanbaru - Pengembangan perkebunan kelapa sawit memberikan pengaruh positif maupun negative terhadap lingkungan social dan ekologi, seperti meningkatkan perekonomian masyarakat dan menambah devisa Negara dari ekspor CPO (Crude Palm Oil) ke Negara China, Uni Erofa, Amerika, India. Ekspor CPO Indonesia tahun 2011 volumenya 16.5 juta ton,untuk tahun 2012 prediksi naik 8% menjadi 17.5 hingga 18 juta ton.

Pemerintah menetapkan pajak ekspor minyak sawit mentah untuk bulan Mei 2011 sebesar 17,5 persen. Angka itu turun sekitar 22 persen dibandingkan pajak ekspor minyak sawit mentah bulan April 2011, yakni 22,5 persen. Penurunan pajak mengikuti penurunan harga minyak mentah sawit.

Contoh Harga referensi CPO bulan Mei 2011 sebesar 1.145,05 dollar AS per metrik ton, sementara pada bulan April tercatat 1.207,53 dollar AS per metrik ton.(cif Roterdam-Belanda).

Sepanjang bulan Maret, pajak ekspor CPO masih tinggi, yakni 25 persen. Diperkirakan tren penurunan harga masih akan terus berlanjut.

Untuk ketahui Crude palm oil (CPO), minyak sawit mentah dan turunannya dari Indonesia tidak boleh diperdagangkan di negaranya Paman Sam Per 28 Januari 2012, Amerika mengeluarkan keputusan melalui notifikasinya bahwa crude dinilai tidak ramah lingkungan.terutama Pengolahan CPO oleh Pabrik kelapa Sawit (PKS) masih di temukanya Pabrik PKS tidak peduli pembuangan limbah,cerobong apa mengeluarkan asap menghitam.

faktor tumpah tindih lahan perkebunan rakyat dengan perusahaan swasta bisa menimbulkan konflik antar masyarakat tempatan . saat ini Konflik masyarakat pulau rupat dengan Perusahaan RAPP (Riau andalan Pulp and paper).hingga kini masyarakat pulau padang kabupaten meranti masih melakukan demontrasi di gedung DPR RI di Jakarta.mereka meminta lahannya di kembalikan oleh perusahaan RAPP.

ekspansi pembukaan lahan perkebunan oleh perusahaan raksasa kelapa sawit telah menghancurkan eksosistem ,deforestasi hutan,juga kehilangan keanekaragaman hayati dan fauna serta plasma nutfah.

Pembersihan lahan hutan (land clearing) untuk perkebunan kelapa sawit dengan cara membakar menghabiskan biaya ekonomi,social,ekologi,juga berdampak terhadap kesehatan manusia asap kabut dari pembakaran lahan itu.menimbulkan ispa (penyakit saluran Pernapasan) akibat asap kabut.

Perkebunan kelapa sawit mengakibatkan hilang sumber air sehingga memicu kekeringan,peningkatan suhu dan gas rumah kaca mendorong terjadinya bencana alam.

Oleh sebab itu untuk membudidayakan kelapa sawit harus sesuai dengan Kriteria RSPO ( Rountable on Sustainable palm Oil) kondisi biofisik, factor lingkungan,ketersedian air, kesuburan tanah,pencahayaan,hama.juga memperhatikan perubahan iklim dan mempertahankan keanekaragaman hayati.tujuan utama RSPO adalah untuk meningkatkan pertumbuhan dan penggunaan minyak sawit lestari melalui kerjasama Pemasok (supplier) dengan Buyer (Pembeli) membuka dialog dengan pengambil kebijakan (Decision Maker).

Satu tanaman kelapa sawit dewasa menyerap 5-10 liter air setiap hari,Setelah penanman tahun pertama penyerapan unsur hara (pupuk) dari tanaman sawit cukup rendah,memasuki tahun kedua hingga ketiga kebutuhan unsure hara meningkat,tahun selanjutnya tetap pada umur 5- 6 tahun.

Introduksi tanaman sela-sela sawit akan sangat membantu membuat sistim monokultur yang rentan hama penyakit hingga ke polikultur.fungsi tanaman sela-sela sawit untuk mengendalikan biologis bagi hama kelapa sawit.juga memberikan penghijauan sesuai kriteria yang tetapkan oleh RSPO tersebut.

Perkembangan Perkebunan Kelapa sawit di Indonesia dari tahun ketahun mengalami peningkatan signifikan.pada tahun 2007 luas lahan Perkebunan sawit Indonesia sekitar 6,8 juta Hektare.pada tahun 2009 bertambah menjadi 7.2 hektare .untuk tahun 2011 hingga 2012 ini akan mencapai 10 juta Hektare luas perkebunan sawait.

Pantuan wartawan Koran ini keliling Propinsi Riau 12 kabupaten seRiau rata-rata hutan alam berubah fungsi menjadi lahan perkebunan sawit.

Lahan perkebuanan itu ada kepunyaan masyarakat,perusahaan,Plasma,Koperasi,juga punya konglomerat.

Tingginya permintaan atas minyak sawit nabati yang bersumber dari Crude Palm Oil (CPO) salah satu jenis tanaman potensial penghasil biodiesel dan memiliki kemampuan menghasilkan minyak sekitar 7 ton/Hektare.sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan competitor utamanya kedelai .produk turanan sawit bisa untuk bahan bakar nabati yaitu biofuel.
Sumber
http://www.pewarta-indonesia.com diakses pada tanggal 6 Februari 2012