Print Friendly and PDF

Indonesia Sebagai Guest Country Pameran Kopi Terbesar Tahun 2017 di Korea Selatan

  January 09, 2017. Category: exporter

Dalam kunjungan kerja ke Korea Selatan pada bulan November 2016 lalu untuk melakuan kegiatan supervisi terhadap program dan kegiatan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Busan, Sekretaris Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional, Ari Satria mendapatkan penjelasan dari Kepala ITPC Busan, Indra Wijayanto mengenai terpilihnya Indonesia menjadi guest country untuk pameran Coffee Expo Seoul yang merupakan ajang pameran kopi internasional terbesar di Korea Selatan dan akan diselenggarakan pada tanggal 6-9 April 2017 do COEX Seoul, Korea Selatan. tahun 2017 akan menjadi tahun ke-3 partisipasi indonesia melalui ITPC Busan dalam acara Coffee Expo Seoul.

Sebagai informasi, pada keikutsertaan ITPC Busan dalam pameran Coffee Expo Seoul yang diselenggarakan pada tanggal 14-17 April tahun 2016 ini, ITPC Busan membuat konstruksi khusus untuk Paviliun Indonesia dengan mengusung tema “Indonesia Home of Finest Coffee”. Paviliun Indonesia yang ditampilkan memiliki konsep one island dengan menghadirkan tujuh pilar yang mencerminkan tujuh daerah utama produsen kopi di Indonesia yaitu: Aceh, Medan, Jawa, Bali, Flores, Toraja dan Papua. Untuk lebih menarik perhatian pengunjung, setiap harinya dilakukan pemutaran film dokumenter “Aroma of Heaven” yang menceritakan keberagaman dan ke-khasan kopi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Pameran yang diikuti oleh 7 perusahaan, yaitu PT. Samtama Artamani, CV. Sukses Group, Cv. Alpha Gemilang, PT. Leaf Power, Kopi Kamu dan CV. Ulubelu serta PT. Nedcoffee diperkirakan memperoleh potensi transaksi sebesar 3 juta USD.

 Menurut Indra Wijayanto, pameran kopi seperti halnya pameran Seoul Coffee Expo termasuk pameran yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Korea Selatan. Kopi Indonesia adalah komoditi yang sangat potensial untuk diterima di pasar Korea Selatan, karena minum kopi menjelma menjadi lifestyle bagi masyarakat di Korea Selatan. Sebagai produsen kopi ke-4 di dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia, Indonesia harus terus melakukan promosi terhadap kopi Indonesia. Walaupun dari segi harga, kopi Indonesia mempunyai harga yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan harga dari kopi Brasil dan Vietnam, cita rasa dan banyaknya specialty coffee yang berasal dari daerah-daerah di Indonesia mempunyai keunikan yang tidak dimiliki oleh kopi dari Brasil dan Vietnam. Selain itu, adanya side event pameran kopi yang menampilkan kegiatan roasting dan grinding kopi oleh barista terkenal dari dalam dan luar negeri, juga menjadi salah satu alasan utama pameran kopi di Korea Selatan mendapatkan antusiasme publik.

Ditunjuknya Indonesia sebagai Guest country pameran Seoul Coffee Expo tahun 2017 harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemangku kepentingan di Indonesia untuk memaksimalkan promosi produk kopi Indonesia di Korea Selatan. Direncanakan Paviliun Indonesia akan memiliki luas 126 m² dengan special design yang menggambarkan deversity dari specialty kopi yang dimiliki oleh daerah-daerah penghasil kopi di Indonesia.

ITPC Busan sebagai perwakilan perdagangan Indonesia di Korea Selatan senantiasa berupaya untuk melakukan inovasi dalam promosi produk unggulan Indonesia di Korea Selatan. Salah satunya adalah membuat program mingguan “Wednesday Coffee Day” dengan mengundang perusahaan maupun masyarakat umum untuk datang ke ruang pamer ITPC Busan untuk menikmati kopi serta makanan ringan Indonesia. Program ini dirasakan cukup menarik dan membawa hasil, melihat jumlah kunjungan yang semakin baik setiap minggunya dan respon masyarakat yang datang atas produk yang ditawarkan.

Neraca perdagangan non migas Indonesia terhadap Korea Selatan pada tahun 2015 mengalami defisit sebesar USD 838,93 juta. Namun nilai defisit ini mengalami penurunan sebesar 58,87% dari nilai defisit neraca perdagangan non migas Indonesia tahun 2014 sebesar USD 2,04 miliar. Penurunan nilai ekspor non migas Indonesia ke Korea Selatan harus segera diantisipasi dengan lebih mempromosikan produk ekspor non migas Indonesia selain produk-produk primer yang selama ini mendominasi ekspor produk non migas Indonesia ke Korea Selatan. Produk kelautan, makanan dan minuman merupakan produk yang harus lebih aktif didorong promosinya dengan lebih aktif mendekati para importir di wilayah Korea Selatan.

Sumber : Sekretariat DJPEN