Print Friendly and PDF

Perkembangan Ekonomi di Kuwait kurang stabil

  June 18, 2012. Category: general

Meskipun selama 12 tahun fiscal terakhir  Kuwait terus menerus mencatat surplus anggaran akibat tingginya harga minyak, sejumlah laporan yang disampaikan oleh berbagai lembaga keuangan internasional justru sebaliknya menunjukkan bahwa outlook perekonomian Kuwait saat ini tengah bergerak menuju kondisi yang terus menurun. Laporan tersebut diikuti oleh highlight berikutnya diharian Kuwait Times pada tanggal 30 Mei 2012 yang menyebutkan bahwa negara ini mengalami penurunan bobot dalam hal bisnis (perdagangan dan industry) akibat perangkat peraturan yang masih lemahyang telah menghambat progress ekonominya sehingga Kuwait perlu melakukan perbaikan agar sektor perdagangan dan industry dapat bertahan dalam perekonomian global yang tidak pasti. Meskipun demikian, seiring dengan beberapa perkembangan tersebut, beberapa proyek pembangunan di Kuwait terus berjalan.

Sementara itu, sorotan juga diarahkan kepada kondisi maskapai nasional Kuwait, Kuwait Airways, yang terus memprihatinkan. Harian Kuwait Times menerbitkan sebuah tulisan berjudul  “Kuwait Airways Corporation (KAC) Suffering from Great Negligence”  diantaranya menyebutkan bahwa KAC mengalami sejumlah masalah terkait armadanya.

Beberapa aspek yang dinilai masih dapat mejadi hambatan dalam perkembangan perekonomian Kuwait antra lain masih lemahnya kerangka regulasi dan institusional, kebijakan public spending yang dinilai kurang tepat serta terus berlangsngnya dispute Parlemen-Pemerintah yang mempengaruhi pengambilan kebijakan oleh Pemerintah, akibatnya negara saat ini mendaptkan sorotan karena sektor swastanya yang dinilai underveveloped serta fundamental ekonomi yang utamanya masih berbasiskan pada penghasilan minyak. Kuwait perlu melakukan diversifikasi ekonomi dan memperbaiki infrastruktur dan  iklimnya apabila ingin tetap pada kondisi keuangan yang sehat.

Meskipun demikian, Kuwait masih memiliki kesempatan yang sangat luas untuk melakukan perbaikan-perbaikan guna memulihkan dan memperkuat performance perekonomiannya.

Sumber : KBRI di Kuwait (31 Mei 2012)

Meskipun selama 12 tahun fiscal terakhir  Kuwait terus menerus mencatat surplus anggaran akibat tingginya harga minyak, sejumlah laporan yang disampaikan oleh berbagai lembaga keuangan internasional justru sebaliknya menunjukkan bahwa outlook perekonomian Kuwait saat ini tengah bergerak menuju kondisi yang terus menurun. Laporan tersebut diikuti oleh highlight berikutnya diharian Kuwait Times pada tanggal 30 Mei 2012 yang menyebutkan bahwa negara ini mengalami penurunan bobot dalam hal bisnis (perdagangan dan industry) akibat perangkat peraturan yang masih lemah,  yang telah menghambat progress ekonominya sehingga Kuwait perlu melakukan perbaikan agar sektor perdagangan dan industry dapat bertahan dalam perekonomian global yang tidak pasti. Meskipun demikian, seiring dengan beberapa perkembangan tersebut, beberapa proyek pembangunan di Kuwait terus berjalan.

Sementara itu, sorotan juga diarahkan kepada kondisi maskapai nasional Kuwait, Kuwait Airways, yang terus memprihatinkan. Harian Kuwait Times menerbitkan sebuah tulisan berjudul  “Kuwait Airways Corporation (KAC) Suffering from Great Negligence”  diantaranya menyebutkan bahwa KAC mengalami sejumlah masalah terkait armadanya.

Beberapa aspek yang dinilai masih dapat mejadi hambatan dalam perkembangan perekonomian Kuwait antra lain masih lemahnya kerangka regulasi dan institusional, kebijakan public spending yang dinilai kurang tepat serta terus berlangsngnya dispute Parlemen-Pemerintah yang mempengaruhi pengambilan kebijakan oleh Pemerintah, akibatnya negara saat ini mendaptkan sorotan karena sektor swastanya yang dinilai underveveloped serta fundamental ekonomi yang utamanya masih berbasiskan pada penghasilan minyak. Kuwait perlu melakukan diversifikasi ekonomi dan memperbaiki infrastruktur dan  iklimnya apabila ingin tetap pada kondisi keuangan yang sehat.

Meskipun demikian, Kuwait masih memiliki kesempatan yang sangat luas untuk melakukan perbaikan-perbaikan guna memulihkan dan memperkuat performance perekonomiannya.

 

Sumber : KBRI di Kuwait (31 Mei 2012)